Biologi, ITS Online – Ditemui di kampus Biologi-FMIPA, Ketua Himpunan Mahasiswa Biologi ITS yang juga salah satu anggota dari Pecuk, Agus Satriyono, membenarkan bahwa timnya berhasil merebut juara satu dan tiga dalam Bird Race. Perlombaan dalam rangka Hari Lingkungan hidup Dunia ini dilaksanakan di Suaka Margasatwa Muara Angke dan Hutan Lindung Angke Kapuk-Jakarta awal bulan ini (3/6). “Syukur Mas, dua kelompok kami meraih dua juara dalam perlombaan tersebut. Dua kelompok tersebut terdiri dari Titian Dyah Nirwana, Ekho, dan juga saya di kelompok satu. Serta Ikha Sukma Melati, Arnold Victoryus, dan Ucu Yanu Arbi di kelompok dua ,” terang mahasiswa yang akrab dipanggil Agus ini.

Ditambahkannya, dalam perlombaan tersebut, kelompok satu berhasil meraih juara pertama dan dan kelompok dua meraih juara ketiga. “Syukurlah, kami bisa memboyong juara satu, juara dua direbut teman-teman Unnas Jakarta, dan juara ketiga diraih kelompok dua dari kami,” ujar Agus. Mahasiswa kelahiran Tuban 23 Desember 1985 ini mengaku tak menyangka akan meraih juara satu, oleh karena itu dirinya sangat kaget ketika diumumkan tim Pecuk merebut juara pertama.

Di lapangan, tim Pecuk berhasil mengidentifikasi 53 jenis burung dari 90-an jenis burung yang ada dalam area tersebut. Walaupun sudah merebut juara pertama dan menyisihkan sebelas kelompok lainnya, salah satu anggota kelompok satu tim Pecuk, Titian Diah Nirwana, mengaku belum puas dengan prestasinya tersebut. Mahasiswi asal Tulungagung ini merasa belum puas karena keterbatasan medan yang dijelajahi. “Waktu kami relatif singkat, dan daerah yang kami jelajahi juga belum terlalu luas. Kami sebenarnya masih ingin tahu lebih banyak tentang burung-burung di sana,” ujar mahasiswi Biologi angkatan 2003 ini.

Sementara itu, Ikha Sukma Melati, salah satu anggota kelompok dua, mengaku sangat bersyukur bisa meraih juara ketiga. “Tak apalah Mas dapat juara tiga. Ini adalah pengalaman pertama saya ikut Bird Race, saya sangat bersyukur bisa mendapat juara ketiga karena terhitung saya masih baru dalam hal studi burung, ” ujar Ikha. Walaupun demikian, mahasiswi angkatan 2004 ini mengaku akan terus berusaha untuk dapat menjadi yang terbaik dalam perlombaan selanjutnya.

Senada dengan Ikha, Ucu Yanu Arbi, yang juga salah satu anggota kelompok dua tim Pecuk, sangat bersyukur bisa meraih juara ketiga. Ucu berharap dengan kemenangan tim Pecuk ini, akan menarik perhatian pihak-pihak yang terkait untuk dapat mempehatikan kelestarian burung, terutama di ITS. “Semoga ke depannya tetap ada yang peduli dengan Bird Watching, dan yang terpenting adalah eksistensi ekosistem yang menjadi tempat berpijaknya burung-burung itu. Karena mereka adalah sama-sama makhluk ciptaan Tuhan, sama seperti kita,” ujar Ucu.

Ucu yang juga merupakan pendiri tim Pecuk berharap agar Bird Watching dapat menjadi sarana untuk melestarikan ekosistem burung. Dirinya juga tidak keberatan jika nantinya ada rencana menjadikan Pecuk sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang khusus memperhatikan tentang burung. (Jie/ftr)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s