World Wetlands Day 2008


Dalam konvensi Ramsar 1971 dan diretifikasi Pemerintah RI tahun 1991 lahan basah dikenal sebagai

daerah-daerah payau, paya, tanah gambut atau perairan, baik yang bersifat alami maupun buatan, tetap ataupun sementara, dengan perairannya yang tergenang ataupun mengalir, tawar, agak asin ataupun asin, termasuk daerah-daerah perairan laut yang kedalamannya tidak lebih dari enam meter pada waktu air surut.


Dengan pengertian tersebut kawasan yang dapat dikategorikan dalam lahan basah meliputi sungai, danau, tambak, perairan pantai, dan rawa-rawa, serta kawasan lain yang sesuai dengan kategori di atas. Dengan demikian kawasan ITS yang tergenang secara periodik, terutama pada saat musim hujan yang menjadi rawa-rawa dapat tergolong sebagai Wetlands.


Nilai penting,

Wetlands mempunyai peranan penting bagi kehidupan manusia. Hal ini telah diakui dalam Konvensi Ramsar bahwa manusia mempunyai hubungan saling ketergantungan dengan lingkungan. Wetlands menjadi sumber utama perekonomian, kebudayaan, ilmu pengetahuan maupun nilai rekreasi, dengan hilangnya lahan basah akan sulit untuk diganti. Secara ekologis lahan basah berfungsi sebagai pengatur tata air dan sebagai habitat yang mendukung sifat-sifat flora dan fauna yang khas, terutama burung air

Ancaman,

Wetlands sering diplesetkan dengan wastelands, kawasan yang tidak bernilai dan menjadi tempat pembuangan sampah yang paling murah, menjadi sumber panyakit, dan persepsi-persepsi negatif lain berkembang di sebagian besar masyarakat dunia. Pandangan negatif dan didukung pernyataan Emil Salim dalam tulisan kang Ayos bahwa pola pikir manusia yang ekonomis membuat alam semakin kritis membuat keberadaan lahan basah semakin tidak berharga. Oleh karena itu lahan basah banyak dikonversi untuk meningkatkan nilai ekonomis. Yang terjadi seperti halnya di Jakarta dan Surabaya, dimana rawa-rawa banyak direklamasi menjadi perumahan dan pertokoan elit, nilai ekonomisnya pun akan berlipat berpuluh atau beratus kali lipat. Ya, kalo kita mau memperhatikan, di sekitar kampus ITS banyak sekali contoh dari aktivitas ini.

Dampak kerusakan,

Sebagai kensekuensi akan hilangnya lahan basah, fungsi ekologis menjadi abnormal. Yang terjadi seperti yang dirasakan Presiden dan Wakil Presiden RI yang diberitakan Jawa Pos (1 feb) kemarin. Kawasan yang seharusnya berfungsi mengatur tata air, berubah menjadi tata busana/mode untuk memenuhi sebagian keserakahan. Di daerah Gebang juga semakin parah genangan airnya saat hujan lebat, tapi beruntungnya sebagian besar kawasan ITS masih eksis Lahan Basahnya, meski sebenarnya telah berkurang, jadi banjir di sekitar kampus masih belum berarti. Berkurang dan hilangya berbagai populasi flora-fauna yang tergantung pada keberadaan lahan basah berdampak langsung dengan lahan basah sebagai sumber perekonomian. Kualitas lingkungan yang semakin memburuk menurunkan produktivitas ikan dan sumber daya lain. Petani tambak dan nelayan tradisional semakin terpuruk. Bahkan Menurut DR. AHMED DJOGHLAF dari Convention of Biological Diversity, kesalahan pengelolaan lahan basah berdampak pada hilangnya spesies dan berkaitan dengan pemanasan global.

Butuh kepedulian,

Kepedulian Internasional diwujudkan dengan Convention on Wetlands tanggal 2 Februari 1971 di kota Ramsar, Iran. Selanjutnya, tanggal 2 Februari menjadi lahan basah se-Dunia (world wetlands day). Berbeda dengan peringatan hari besar Internasional yang lain, 2 Februari kurang terasa gaungnya. Tema tentang Healthy wetlands,healthy people dalam peringatan world wetlands day 2008 terlewat begitu saja. Hal ini akan berimplikasi terhadap public awareness akan nilai penting lahan basah yang sulit berkembang. Dan kerusakan akan semakin sulit dikendalikan…..

Butuh kepedulian kita untuk kehidupan yang berkesinambungan…

Healthy wetlands,healthy people

2 thoughts on “World Wetlands Day 2008

  1. hoho mas agus, masih aktif ngurusin wetland ya? sip siip, mas kapan birdwatch lagi? ato sekarang dah sibuk TA?
    pesen jus mangrove satu bang! hehehehe kiddin’…

  2. yah beginilah, baru bisa nulis dan nimbrung di kegiatan orang. itupun tak segencar sampean….iya nih, lagi jadi SWASTA (mahasiswa sibuk TA), sebulan lebih mondar-mandir ke bandara juanda buat ambil data burung pengganggu penerbangan,…

    boleh, tiap selasa pagi dan sore anak-anak pecuk pengamatan di hutan kampus.

    jus mangrove lagi kosong boss…kemarin ga nyoba waktu di PIMITS?

    oya, thanx atas kunjungannya,..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s