Grey-tailed Tattler with black-orange flagged


Sebelum jalanan tambak Wonorejo semakin susah dilalui karena memasuki musim hujan, hari selasa tanggal 28 Oktober 2008 jam 16.30 bersama teman-teman Pecuk ITS mengadakan pengamatan bareng. Setelah berkumpul di basecamp Kutilang Indonesia, dengan 9 personil langsung meluncur ke area pertambakan yang sejuk lengkap dengan peralatan birding (teropong binocular dan monocular) masing-masing.

Memasuki area pertambakan disambut oleh beberapa Egretta dan kicauan Gerygone sulphurea serta Rhipidhura javanica yang bersahut-sahutan seperti upacara penyambutan yang dipecahkan oleh suara motor yang bising. Suasana ini begitu khas dengan kesejukan udara tambak yang berpematang Avicennia alba.

Pematang tambak selebar kira-kira 1,5 meter dan beberapa jembatan kecil menjadi pemicu adrenalin yang cukup menegangkan. Tidak begitu banyak burung yang terlihat hingga perjalanan terhenti di petak “dara laut” karena ada beberapa shorebird yang sedang mencari makan di gundukan lumpur tengah tambak. Tak lama kemudian peralatan birding sudah terpasang lengkap dengan tripotnya. Terlihat jelas Pluvialis fulva dan Charadrius javanicus begitu bersahabat mencari makan di lokasi yang sama. Beberapa saat kemudian datang dari arah timur rombongan burung berwarna coklat berukuran kecil menuju kerumunan tadi. Monocular pun dibidikkan untuk mengamati, ternyata burung tersebut jenis Heteroscelus brevipes. Menjadi lebih menarik lagi ternyata 2 ekor diantaranya terpasang bendera kaki berwarna hitam dan orange di kaki kanan bagian atas. Warna hitan-orange merupakan kesepakatan internasional bahwa warna tersebut digunakan untuk pemasangan bendera di wilayah Indonesia, khususnya Jawa dan Sumatera untuk pemantauan jalur migrasi secara internasioanal. Di pertambakan wonorejo kerap diketemukan burung dengan bendera warna yang singgah untuk mencari makan, dan masuk dalam jalur migrasi Australasia.

Setelah dikonfirmasikan kepada Iwan Londo (Wildlife Conservation Society), bendera tersebut kemungkinan beliau pasang pada tahun 2006 di Wonorejo Surabaya. Dan informasi teramatinya Heteroscelus brevipes berbendera di Wonorejo menjadi data pendukung pemantauan jalur migrasi yang telah beliau giatkan di Indonesia.

Heteroscelus brevipes merupakan jenis burung pantai yang melakukan migrasi karena cuaca ekstrim di lokasi berbiak pada saat musim dingin menuju lokasi yang mendukung untuk perkembangannya. Ditemukannya jenis tersebut di Wonorejo mengindikasikan kawasan tersebut memiliki nilai penting untuk mendukung keberadaan burung pantai secara umum dan patut untuk menjadi perhatian tersendiri.

Karena pencahayaan matahari semakin mereduk pengamatan disudahi dan jenis burung pantai lain yang teramati adalah jenis Tringa glareola (Trinil semak), Actitis hypoleucos (Trinil pantai) dan Tringa nebularia (Trinil kaki hijau). Dan terima kasih buat Kutilang Indonesia atas pinjaman birding tools nya.

2 thoughts on “Grey-tailed Tattler with black-orange flagged

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s