Ketemu mayat di Pasir Putih, Situbondo


Seharian Ngobrol sama piul setelah kirim lamaran ke BPPT membuat pengalaman-pengalaman yang dialami bersama kembali terkuak, salah satunya saat menemukan mayat di hutan jadi kawasan Wisata Pasir Putih Situbondo, sekitar pertengahan September tahun 2005.

Pada saat itu serentak di ITS sedang berjalan orientasi mahasiswa baru atau ospek, dimana di Jurusan Biologi disebut dengan Koral 2005, dan kebetulan saya diamanahi sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa dan Piul ditunjuk sebagai koordinator steering committee. Sebagai penutupan rangkaian Koral, direncanakan camp sebagai pematangan materi yang telah diberikan sebelumnya. Pada tahun-tahun sebelumnya selalu dilaksanakan di gunung, kan tidak pas dengan jargon Marine Biology yang terpampang di jaket himpunan, oleh karena itu tim SC membuat terobosan untuk camp di pantai, dan kami berdua yang berangkat mencari lokasi yang sesuai, dan memutuskan pasir putih sebagai prioritas.

Sampai dilokasi Wisata Pasir Putih langsung mencari informasi kepada petugas perhutani (kalo tidak salah) lokasi yang cocok untuk camp, lalu diberi tahu lokasi di sekitar kantor yang terletak di tepi jalan seberang pantai Pasir Putih itu. Setelah menyusuri lokasi, ternyata camping ground terlalu ramai dan terbuka, tidak sesuai dengan konsep yang telah dibuat. Oleh karena itu kami mencari lokasi lain dengan naik ke atas perbukitan hutan jadi menyusuri jalan setapak yang biasa dilalui pengunjung, dan terlihat beberapa pasangan pengunjung di jalan setapak yang entah apa yang mereka lakukan ditempat sepi seperti itu, bukan urusan kami. Jati meranggaskan daunnya, semak juga mengering bekas dibakar sebagai upaya pembersihan, lokasi tersebut tampak gersang. Kami mencoba mencari lokasi yang lebih teduh dan landai yang cocok untuk pendirian tenda.

Masuk ke hutan, terasa sepi dengan suara burung yang sesekali memecahkan keheningan, serta lolongan Macaca fascicularis yang ramai sambil berlompatan yang sempat mengagetkan konsentrasi kami. Sekitar 20 menit menyusuri hutan Tectona grandis dengan selingan Leucaena glauca piul mencium bau aneh dan berusaha memperhatikan sekitar sambil memberitahu saya kalo ada yang aneh. Saya memang mencium bau aneh seperti sesuatu yang membusuk dan belum pernah saya cium bau seperti ini sebelumnya, tapi saya cuek dan terus berjalan sambil menyibak semak Leucaena glauca. Tapi dengan tiba-tiba piul berteriak sambil geragapan terpatah-patah menyusuh saya melihat kebawah kakiku, sebelum merunduk aku lihat wajahnya Piul yang sudah pucat dengan keringat dingin mulai menetas. Aku lihat ke bawah dan saya kira Cuma batu, atau batok kelapa yang hampir terkena sepatuku, tapi Piul meyakinkanku kalo ternyata tepat di bawah kakiku itu adalah sebuah kepala manusia yang terpisah dari tubuhnya dan sudah membusuk tapi masih tersisa kulit dan anting yang masih menempel. Sontak aku langsung mundur mengembalikan langkah kaki kananku yang hampir mengenai kepala itu, tanpa pikir panjang aku dan piul langsung kembali meninggalkan lokasi tersebut. Untungnya sebelum naik, kami makan dulu, jadi lambung sudah menyokong sumber energi yang bakal diserap usus halus agar kami tidak pingsan, kan lucu jika ditemukan satu mayat dan dua orang mahasiswa pingsan disampingnya….

Urusan survei lokasi campAlhamdulillah beres, dan mendapatkan lokasi lain. Lalu kami melaporkan penemuan mayat ke petugas penjaga kawasan tersebut, anehnya saat diberi tahu kalo kami menemukan mayat beberapa orang yang kami temui malah merasa biasa saja seperti menjadi hal biasa. Dan katanya memang sudah sering ditemukan mayat di lokasi tersebut, makanya ada tempat yang disebut dengan “Karang Mayit” di sekitar Pasir Putih. Dalam benakku, kalau pun sudah sering, tetap saja itu mayat manusia yang harus tetap diberi penghormatan. Jam setengah lima sore, bersama dua orang petugas kami menunjukkan dimana lokasi ditemukannya mayat, kami mencoba memperhatikan lebih detail, walaupun merinding juga. Ternyata tulang-belulang mayat tersebut telah berserakan, entah binatang apa yang telah memangsa? Sudah berapa lama kematiannya juga tidak tahu. Yang terlihat saat itu, ditelinga masih ada antingnya, celana jeans, pakaian dalam wanita, sandal jepit swallow warna hitam berukuran kecil, dan ada bekas kubangan darah di bawah pohon jati…jam 17.15 kembali turun, membuat surat pernyataan kepada petugas dan langsung kembali ke Surabaya naik bus sambil membawa perasaan yang haru, sedih, serta pastinya deg-degan…

Ya Allah, entah manusia seperti apa yang begitu tega mengambil hak hidup seorang manusia yang saya temui ini dengan begitu keji. Sudah matikah hati dan rasa kasihnya? Sudah begitu sulitkah persoalan hidup yang dia alami? Entah apapun motifnya, apakah manusia berhak mengambil hak hidup manusia lainyna???!!!

Semoga Allah membuka pintu hidayah bagi orang-orang tersebut, dan semoga korban mendapat posisi yang selayaknya di hadapan-Nya…

5 thoughts on “Ketemu mayat di Pasir Putih, Situbondo

  1. mak.. ngeri ngunu mas.. nemu mayat…
    dosa pertama anak cucu adam, masih berlanjut sekarang dan yang akan datang.. yah, semoga kita dilindungi Allah, baik jadi korban mau pun pelaku ^^

    -mas e Yuni-

  2. Whattt?! Serius ting???!!! Merinding, takut, sedih…
    di mana tuh? deket sama lokasi camp kita gak? atau termasuk dalam jalur penjelajahan?
    Suerr! merinding nih…knapa ga bilang? aku ga tau…
    Astaghfirullah….tega bgt yg membunuh….ga punya perasaan!
    aku ga bisa coment apa2 lagi….

  3. beda lokasi kok,.
    lagian ngerimu wes telat, orang sudah 2 tahun yang lalu…
    kalo bilang entar ga ada yang berani ikut, itu bagian dari strategi menjaga kesolidan tim…
    waktu itu kan yang berangkat kahima sama koor SC,..tau maksudnya kan?

  4. taunya juga telat, jadi ngerinya ya telat, gimana sich?!
    ooo…beda lokasi toh…syukurlah…
    iya…iya….tau koq klo itu strategi..
    Syukur juga sich, taunya baru sekarang, klo tau sebelum berangkat, aku belum tentu bisa menikmati pemandangan pasir putih, hehe…
    trus….tanya maksud yang mana? kahima sama koor SC? apa maksudnya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s