Rumah Walet (Collocalia fuciphagus/Edible-nest Swiftlet) di Desa SungaI Cemara


Pada saat pertama kali datang di Desa Sungai Cemara Jambi,, begitu banyak hal yang saya amati salah satu yang menarik adalah begitu banyak rumah walet yang di bangun di desa ini. Desain rumah dan strategi menarik kehadiran burung begitu menarik untuk dicermati

Desain rumah

Desain rumah berupa rumah panggung bertingkat tiga dengan konstruksi terdiri atas papan kayu dan asbes. Dalam pembangunannya, mula-mula dibuat rumah penggung dengan struktur kayu, kemudian dinding dari papan (tebal ± 3 cm) yang bagian luar dilapisi dengan asbes mengelilingi bangunan beserta atapnya. Desain rumah panggung tersebut memungkinkan bangunan lebih tahan lama karena tipe tanah yang selalu basah dan tergenang secara periodic (wetland). Ukuran rumah, lebar berkisar 6 m,panjang 10-12 meter dan bertingkat dua ditambah satu tingkat lagi berukuran lebih kecil. Dalam rumah walet yang saya masuki, ternyata pada dinding dalamnya juga dilapisi dengan daun nipah (Nypa fruticans).

Pengaturan microclimate

Secara ekologi Walet (Apodidae) menyukai tempat yang gelap dengan dengan suhu rendah dan tingkat kelembaban tinggi. Oleh karena itu bangunan rumah didesain untuk menyediakan lingkungan yang sesuai. Untuk menurunkan suhu dan menambah kelembaban, di lantai rumah dibuat kotak dari kayu dilapisi plastic yang kemudian diisi dengan air menyerupai kolam, serta ember berisi air. Pemasangan asbes, selain untuk menjaga bangunan agar tahan lama juga berfungsi menahan cahaya tidak masuk ke dalam rumah. Untuk menjaga sirkulasi udara, pada dinding dan lantai dipasang beberapa lobang udara dari pipa paralon.

Strategi menarik kehadiran walet (walet sarang putih/Collocalia fuciphagus/Edible-nest Swiftlet)

Diantara begitu banyak rumah wallet yang dibangun memang tidak semuanya dihuni dan menghasilkan sarang, tergantung dari hoki juga…tetapi secara ilmiah ketidakadanya wallet yang menghuni bisa disebabkan lingkungan memang tidak mendukung, atau bisa jadi karena belum diketahui oleh populasi walet. Untuk menarik kehadiran, masyarakat setempat menggunakan bio-acoustic sytem, yaitu system yang menggunakan pemutar suara burung walet dalam beberapa fase, fase dewasa dan fase musim kawin ada pengasuhan. Suara walet ini diputar sepanjang hari dengan tenaga accu. Pada saat walet mendengar suara-suara dari rumah walet, diharapkan tertarik kemudian masuk dan membuat sarang di dalam rumah.

Pemanenan

Sepertinya masyarakat Cemara begitu makmur karena rumah walet selain dari hasil Kopra dan hasil laut, karena jumlah populasi walet yang ada memang besar, bahkan ada yang mencapai 40 juta/bulan. Untuk rumah walet yang tergolong baru dalam satu bulan berkisar 1 kg sarang….

2 thoughts on “Rumah Walet (Collocalia fuciphagus/Edible-nest Swiftlet) di Desa SungaI Cemara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s