Jati Merambah Lahan Pertanian


Sejak kecil, saya begitu berkaitan dengan yang namanya kayu jati, karena kampung saya dikelilingi hutan jati milik perum perhutani. Setiap ke sekolah juga harus melewati hutan jati yang masih bertahan sampai sekarang. Parahnya lagi,di sebelah rumah saya dulu menjadi tempat penggergajian kayu hasil pencurian dari hutan. Di saat kecil saya juga sering mencari kayu bakar di hutan jati bersama tetangga, saat itu berbagai jenis burung bersuara begitu riuh sangat menarik. Sebagian besar wilayah Desa Mulyorejo, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban adalah lahan pertanian, berupa sawah dan tegalan.

Sebelum tahun 1998 masyarakat banyak berprofesi sebagai petani, namun saat terjadi perubahan ekstrim dalam kebebasan saat fenomena reformasi, sebagian besar masyarakat desaku menjadi brutal, mereka dengan sekuat tenaga tanpa rasa takut atau sungkan panen kayu jati milik perhutani, dengan tenaga atau dengan uang. Alhasil, puluhan hektar hutan jati yang mengelilingi desa telah ludes, dan hanya tertinggal sebagian kecil di gerbang desa.

Melihat fenomena ini, beberapa element masyarakat mulai melakukan penanaman jati, bukan di bekas lahan hutan tetapi di pematang lahan pertanian. Saat saya ditingkat SMA tahun 2000, saya bersama keluarga mulain menanam jati di tegalan, sekitar 30 pohon. Kegiatan ini juga dilakukan masyarakat lain lahannya masing-masing dengan bibit mencari di lahan bekas hutan. Saat ada program GNRHN, datng bantuan bibit jati kepada masyarakat, dan mulailah penanaman jati secara massal di lahan pribadi masing-masing. Selain lahan sawah, hampir setiap lahan kosong yang kurang produktif mulai ditanami jati, bahkan di halaman rumah juga telah ditanami jati. Mereka mulai sadar, tanaman jati adalah investasi yang sangat menjanjikan dengan harga jati yang terus meningkat. Tidak dapat dipungkiri bahwa mereka menanam karena alasan ekonomis.  Saat ini tahun 2009 diameter pohon telah mencapai 7-30 cm, dan ada yang sudah merasakan manfaat ekonomisnya.

Disisi lain, hutan yang telah dijarah tahun 1998 masih dalam kondisi memprihatinkan dibandingkan perkembangan jati di lahan pertanian. Tingkat keberhasilan reboisasi yang telah dilakuka n relative kecil, namun demikian dengan kerapatan kecil, perlahan saat diperhatikan dari kejauhan mulai tampak hijau, penuh dengan vegetasi dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu.

Hutan kampungku jadi lebih luas sampai ke rumah-rumah, atau rumahku sekarang kembali di tengah hutan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s