Sedikit Politik di Tuban


Betapa buku begitu berpengaruh dalam jalan pemikiran, bahkan sampai terbawa dalam mimpi dan muncul pertanyaan haruskah semua ketidakberesan dalam jalannya pemerintahan di Tuban saya tulis dan diwartakan seperti halnya yang dilakukan Tiro Adhi Soerjo yang menggunakan pers untuk menguak persekonggolan jahat para penguasayang memilin rakyat kecil? Dan berikut adalah opini yang saya tangkap dari masyarakat sekitar saya di Tuban.
***Pembagian jabatan

Tuban, sungguh begitu terlihat bagaimana partai yang dipimpin bupati begitu mendominasi jalannya pemerintahan dan pembagian kekuasaan (jabatan). Bagaimana pernyataan ini bisa keluar? Lihat saja latar belakang camat di seluruh kabupaten Tuban, untuk mendapatkan posisi sebagai camat bukan sekedar prestasi kerja yang harus dikejar, tapi yang paling menentukan adalah bagaimana kedekatan dan perannya dengan partainya Bupati, demikian pula untuk mendongkrak karir pegawai negeri yang lain, hal ini sudah menjadi rahasia umum di Tuban. Pegawai Negeri memang tidak boleh berpolitik, tapi para suami/istri dan keluarganya yang bukan pegawai negeri kan tidak termasuk, oleh karena itu banyak para istri pejabat harus menampakkan keterlibatan aktifnya dalam Partainya Bupati agar karir suaminya dapat melejit. Dan teruslah bermimpi bagi pegawai bersih jika menginginkan karir baik tanpa terlibat dalam politik selama system yang saat ini berjalan masih dipertahankan. Tidak percaya? Datang dan telusuri saja di Tuban…

***Pembagian proyek
Sungguh semuanya di politisasi, bukan karena profesionalitas dalam arti sesungguhnya. Berbagai pembangunan infrastruktur telah digencarkan di Tuban. Terminal bus yang begitu megah dan damai (sepi), patung kuda yang begitu wah di gerbang masuk Kota, dan jalanan dari kota hingga pelosok yang sudah di aspal ataupun beton, semua itu program dominan yang diambil oleh pemerintah daerah. Sementara kebijakan untuk kemajuan perekonomian dan membuka lapangan kerja baru belum bisa dilihat jika dibandingkan dengan kabupaten tetangga yang membangun Wisata Bahari Lamongan, Lamongan Shore Base, Pasar Induk beras dan program-program pengembangan perekonomian produktif yang lain. Lalu kenapa yang menjadi prioritas di Tuban adalah pembangunan infrastruktur untuk transportasi? Jawaban idealnya adalah memperlancar perdagangan atau roda perekonomian, tapi seberapa besar pemain dunia perdagangan yang sudah ada di Tuban? Opini yang tepat yang saya tangkap dari masyarakat adalah berbagai projek infrastruktur adalah ladang bagi orang penting dekat bupati untuk mengeruk keuntungan besar. Bahkan ada yang menyebut sebagai pintu utama jalannya projek, dimana setiap pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor di Tuban harus melalui pintu ini, benar atau salah mengenai opini ini? Saya sendiri kurang tahu persis, tapi beginilah pendapat yang berkembang dimasyarakat sekitar saya. Monopoli dalam proyek inilah yang “memaksa” atau sengaja para penggerak pembangunan harus mendekat pada partai Bupati.

Di Tuban, bisa terlihat bagaimana strategi politik telah menggunakan struktur pemerintahan sebagai medan penggalangan dukungan, mulai dari Bupati hingga kepala desa dan bawahannya. Konspirasi politik juga telah menyentuh/disentuh para kontraktor pembangunan, atau apakah memang dimana-mana terjadi seperti ini?

Nb: ini hanyalah opini tanpa solusi, tapi inilah gambaran yang ada di Tuban. Bagi yang peduli, bagaimana memandang realita ini? Semua ada sisi baik dan buruknya, tapi yang kita inginkan pastinya adalah kesejahteraan masyarakat.

4 thoughts on “Sedikit Politik di Tuban

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s