Seminggu kemarin benar-benar kacau!!! disaat bersiap-siap mau berangkat ke Lumajang, jam 11 siang di hubungi kantor untuk diminta ikut pertemuan dengan mitra di Magelang besok harinya jam 08.00 WIB. karena sedang tidak membawa banyak pakaian, akhirnya dua pasang pakaian aku cuci, dan aku putuskan berangkat naik kereta Bima jam 6 malam menuju Jogja. Rencananya akan nginap di Hotel saat di Jogja, tapi setelah chating dengan Keluarga Paksi, akhirnya tidak bisa menolak untuk nginap di rumah Paksi&Diana. Jam 11 an malam nyampe rumah Paksi, dan seperti biasa kalau ada Nurul, pasti bakal jadi pick order…hehehe. inilah plin-plan pertama, dari rencana nginap di Hotel, pindah ke rumah paksi.

Pemberitahuan awal saya diminta di Magelang Jam 8 pagi, jam 8 pagi aku sampai di Terminal bus Tidar Magelang setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam.  Menunggu, menunggu dan menunggu…akhirnya baru dijemput jam 11 siang (plin-plan kedua). Kami langsung meluncur ke tempat makan. Selanjutnya ke daerah Mungkid Magelang untuk bertemu dengan petani mitra, kunjungan lahan, dan makan lagi.

sekitar jam 5 sore perjalanan dilanjutkan ke sekitar kawasan Taman Nasional Merapi-Merbabu, desa nya merupakan 2 desa terakhir sebelum puncak Merbabu. Hawa dingin mulai terasa. Selanjutnya kunjungan ke lahan Cabe Merah Besar, dimana tanaman tumbuh dengan baik, namun tingkat kepedasannya kurang, setelah saya coba malah seperti paprika.

Menjelang jam 9 malam rombongan kembali turun setelah pertemuan dengan dengan kelompok tani. Perjalanan seharusnya menuju Kota Banjarnegara, namun karena sudah terlalu lelah, akhirnya menginap di Hotel Kresna Wonosobo.(plin-plan ketiga)

Pagi harinya tanggal 12 Maret 2010, perjalanan berlanjut dari Wonosobo menuju Banjarnegara, tepatnya di Desa Kali Bening Kecamatan Kalibening. Setelah melalui perjalanan yang menegangkan karena jalanan menanjak, berliku, berbatasan dengan jurang,banyak yang longsor, dan melewati jembatan darurat akhirnya mobil Nissan Terrano sampai juga di Kalibening. Sebenarnya banyak lokasi menarik yang bisa dikunjungi karena melewati Dieng Pletau, Candi dan objek-objek lainnya, tapi karena touring kali ini untuk urusan pekerjaan akhirnya hasrat untuk berphoto-photo harus tertunda.

Sampai Kalibening di sambut petani dengan meriah, acara dalam gedung yang dihadiri ratusan petani, dan dimulai untuk berdiskusi. Rencananya, saya langsung pulang lewat Semarang bareng Direktur Purchasing, namun karena saya tidak bisa meninggalkan sholat jum’at, akhirnya saya putuskan untuk pulang lewat Purwokerto karena ada barengan rekan kerja (plin-plan ke empat). Pertemuan dengan kelompok tani dilanjut sambil makan bersama setelah sholat jumat. setelah itu kunjungan lahan dan saya memisahkan diri dari mobil Terrano, mobilnya Manager Agro ke mobilnya Pak Ayeo Agro spv.

Sore sekitar jam 4 perjalanan berlanjut menuju Purwokerto melewati Kota Banjarnegara, Purbalingga dan sampai di Purwokerto. Di Purbalingga kita mampir di Soto Semarang Pak No, lumayan enak dimakan dengan sate kerang.

Sampai di Stasiun Purwokerto jam 8  malam masih belum bisa beli tiket kereta karena masih offline. Kereta Bima dijadwalkan berangkat jam 10 malam, dan aku belum dapat tiketnya karena lagi weekend keretanya penuh. Jam 9 datang lagi ke loket, belum bisa juga, jam 10 datang lagi belum bisa juga, beruntung kereta datang telat dan aku putuskan beli tiket manual yang tidak ada tempat nomor tempat duduknya yang kemungkinan aku akan berdiri selama perjalanan di kereta Eksekutif. Jam 11 malam kereta masuk stasion, alhamdulillah aku dapat tempat duduk juga, selang beberapa lama lampu dan AC kereta mati karena trouble di generator aku putuskan tidak jadi naik dan berganti ke kereta Argowilis lalu turun Jogja dan pindah kereta Sancaka jam 7 paginya. (Plin-plan ke lima).

Kereta Argowilis seharusnya berangkat jam 1 pagi, tapi molor lagi sampai jam 2. Selama menunggu, terlintas kenapa tidak jalan-jalan ke jogja dulu? akhirnya saya putuskan untuk jalan-jalan dulu ke Jogja dan naik kereta Sancaka Sore.  (Plin-plan ke enam). Akhirnya jalan-jalan dulu di Jogja sama Paksi, Diana, Nurul danYunan.

Aku sudah beli tiket Sancaka Sore yang berangkat jam 4 sore, Jam 3 sore baru nyampe Rumah Makan Timbul Roso Cangkringan Sleman, dirasa tidak nyaman kalo mau makan cepat-cepat terus mengejar jadwal kereta, akhirnya aku putuskan untuk menghanguskan tiket yang sudah saya beli (Plin-plan ke tujuh). Apalagi kesempatan untuk bisa makan bersama sahabat sangatlah langka, tempat makannya juga asik.

Jam 12 malam, setelah sempat tertidur di kos-kosan Yunan aku kembali ke Surabaya naik bus Eka dan selamat sampai Surabaya!!! dan cerita selanjutnya berlanjut ke tulisan saya “pembuktian” pada malam harinya yang seharusnya pada hari itu saya juga harus ke Jember tapi saya batalkan (plin-plan ke delapan)

6 thoughts on “Plin-plan touring

  1. hehehe..
    berarti,,kadangkala plinplan juga membawa pengalaman dan kebahagiaan yg tak terduga,,hehe
    terimakasih telah mengunjungi kediaman kami..
    kapan2 mampir lagi yaak..menghajar seafood di pantai baron..:p

    • bener Di, kemarin nasibku ta serahkan arus untuk menikmati alirannya…Alhamdulillah banyak pengalaman dan semakin mendekatkan dengan para sahabat.
      hehehe, terima kasih juga buat sambutan hangatnya dan kursus singkatnya.

      so Pasti!!!! kemarin belum puas kelilingnya…hehehe

    • kan memang orang aneh..hahaha

      Sama-sama.

      bukan karena jogjanya, tapi karena lokasi penanaman di dataran tinggi yang berpengaruh pada konsentrasi capsaicin pada cabai, dugaannya semakin tinggi lokasi penanaman, kandungan capsaicin semakin kecil atau semakin tidak pedas…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s